Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Pemerintah harus mengontrol kenaikan harga barang di pasar, khususnya bahan pangan, demi mengantisipasi kenaikan inflasi yang pasti akan membludak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, memprediksikan prediksi kenaikan inflasi karena naiknya harga BBM bersubsidi juga tarif dasar listrik bisa mencapai 1,5-2 persen. Oleh sebab itu inflasi mungkin ada di angka 6-7 persen pada tahun ini. Jauh dari target pemerintah di kisaran 3,5-5,5 persen untuk 2012.
"Cuma saya agak sedikit (atau) tidak terlalu khawatir (dengan kenaikan harga BBM karena) mestinya pemerintah harus punya resep atau cara-cara untuk dapat menangkal kenaikan di pasar (agar) tidak liar. Karena yang susah dikontrol adalah kenaikan harga barang di tingkat konsumen," ujar di Bogor, kemarin.
Menurut Ryan, pemerintah harus teliti dalam mengamati bagaimana perkembangan harga di tingkat konsumen di pasar-pasar. Perhatian lebih harus diberikan kepada sembilan bahan pokok dan bahan pangan khususnya cabai. Apalagi ditengah cuaca ekstreem yang sedang melanda saat ini.
"Sembako adalah kontributor utama inflasi terutama beras, ikan asin. (dan) cabai adalah komponen inflationary (inflasi) yang paling tinggi. Jadi kalau ini nggak bisa dijaga bahaya," tambahnya.
Karenannya dia menilai operasi pasar harus dilakukan untuk stabilisasi harga karena dampak inflationary-nya di tingkat konsumen itu pasti tinggi. "Kan distribusi barang dari produsen, grosir, grosir kecil sampai retailer. Nah sampai ke retailer itu terjadi eksponensial kenaikan kan. Nah itu yang berbahaya," pungkas Ryan.
sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/03/11/19/591002/bbm-naik-waspadai-kenaikan-harga-pangan
Senin, 19 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Februari 2012
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Februari 2012 secara rata-rata dapat di download di sini
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Januari 2012
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Januari 2012 secara rata-rata dapat di download di sini
Selasa, 21 Februari 2012
KEAMANAN PANGAN, GIZI BURUK SERTA DAMPAK SOSIO-EKONOMINYA
Mendapatkan makanan yang aman adalah hak azasi setiap orang (ICN, Roma, 1992). Pada kenyataannya, belum semua orang bisa mendapatkan akses terhadap makanan yang aman. Hal ini ditandai dengan tingginya angka kematian dan kesakitan yang diakibatkan oleh Penyakit Bawaan Makanan (PBM). Secara umum PBM dapat diakibatkan oleh bahaya biologi dan kimia. WHO (2004) dalam laporannya menyebutkan bahwa angka kematian global akibat diare selama tahun 2002 adalah sebesar 1,8 juta orang. Angka kesakitan global karena PBM sulit sekali untuk diperkirakan. Selain diare, terdapat lebih dari 250 jenis penyakit karena mengkonsumsi makanan yang tidak aman. Terdapat tiga konsekuensi yang ditimbulkan oleh PBM: gizi buruk, dampak sosio- ekonomi di masyarakat dan penyakit sekunder yang timbul akibat PBM.
Situasi Keamanan Pangan di Indonesia
Angka kejadian keracunan makanan, sebagai salah satu manifestasi PBM dapat menjadi indikator situasi keamanan pangan di Indonesia. Badan POM (2005) melaporkan bahwa selama tahun 2004, terdapat 152 KLB keracunan pangan, sebanyak 7295 orang mengalami keracunan makanan, 45 orang diantaranya meninggal dunia. Badan kesehatan dunia (WHO, 1998) memperkirakan bahwa rasio antara kejadian keracunan yang dilaporkan dengan kejadian yang terjadi sesungguhnya di masyarakat adalah 1:10 untuk negara maju dan 1:25 untuk negara berkembang. Jika merujuk pada asumsi WHO di atas, kemungkinan yang terjadi sesungguhnya di Indonesia pada tahun 2004 adalah sekitar 180-ribuan orang mengalami keracunan makanan dan seribu orang diantaranya meninggal dunia!!!
Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia, selain berdampak langsung terhadap masalah kesehatan, kondisi ini juga mempengaruhi aspek-aspek sosio-ekonomi lainnya, seperti produktifitas kerja, aspek perdagangan, kepariwisataan dan sebagainya.
Keamanan Pangan dan Gizi Buruk
Diare, sebagai salah satu gejala utama PBM dapat menyebabkan gizi buruk melalui mekanisme kehilangan cairan (dehidrasi) dan ketidakseimbangan cairan elektrolit tubuh selama diare berlangsung. Selain itu diare juga mempengaruhi proses penyerapan zat-zat gizi/malabsorbsi, yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi dan gangguan pertumbuhan.
Efek kumulatif dari episode diare yang dialami anak terlihat jelas pada grafik di atas. Satu atau dua kali diare memang tidak membahayakan nyawa, tetapi sakit diare yang dialami anak secara berulang-ulang dapat menghambat pertumbuhan dan bahkan perkembangan mental anak. Karena itu tingginya angka diare ini dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa datang. Untuk itu masalah keamanan pangan merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dampak PBM Terhadap Sosio-ekonomi
Dampak PBM terhadap ekonomi dapat dihitung melalui perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan, kerugian yang ditimbulkan akibat tidak bisa bekerja, permasalahan hukum yang ditimbulkan dan sebagainya. Untuk konteks Indonesia, Badan POM (2005) mencoba mengkalkulasikan kerugian yang ditimbulkan akibat masalah keamanan pangan selama tahun 2004. toal kehilangan mencapai 6.7 miliar Rupiah!!!
Sebagai rujukan, di Amerika Serikat diperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat PBM tiap tahunnya mencapai 5 hingga 6 millar dollar. Suplai makanan di Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai yang paling aman di dunia. Tetapi tetap saja angka kesakitan dan angka kematian karena PBM tinggi sekali. CDC memperkirakan setiap tahunnya 76 juta orang Amerika menderita sakit akibat PBM, 300 ribu diantaranya harus dirawat di rumah sakit dan 5000 orang meninggal akibat FBD.
Keamanan Pangan adalah Tanggung Jawab Bersama
Mengingat persoalan keamanan pangan di Indonesia memiliki implikasi yang sangat luas maka perlu segera mendapatkan perhatian yang lebih serius. Terciptanya system keamanan yang ideal memerlukan keterlibatan berbagai institusi untuk menjamin keamanan pangan, mulai dari hulu hingga ke hilir (from farm to fork), mulai dari proses pemanenan, distribusi, pengolahan, hingga di meja konsumen. Terciptanya kondisi keamanan pangan yang ideal adalah tanggung jawab bersama.
Yang menjadi keprihatinan, sampai saat ini kita masih belum memiliki program keamanan pangan nasional yang tertata dengan baik. Masih banyak yang harus dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan seperti: sistem investigasi yang efektif terhadap kasus PBM, tingkat cemaran potensi bahaya biologis dan kimiawi pada berbagai bahan pangan, rencana aksi untuk mengatasi masalah detention dan holding terhadap produk makanan yang diekspor, penerapan sistem HACCP di dalam negeri dan sistem pengawasannya, dan lain-lain.
Tenaga ahli kesehatan di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) merupakan agen penting dalam mempersiapkan SDM di wilayahnya, diantaranya melalui perencanaan dan realisasi program keamanan pangan di masyarakat. Untuk itu, diperlukan pengetahuan, kepekaan dan kepedulian terhadap masalah keamanan pangan dan peranannya dalam mencegah dan menanggulangi PBM. Sehingga tenaga ahli kesehatan Pemda dapat berperan secara optimal dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PBM.
Situasi Keamanan Pangan di Indonesia
Angka kejadian keracunan makanan, sebagai salah satu manifestasi PBM dapat menjadi indikator situasi keamanan pangan di Indonesia. Badan POM (2005) melaporkan bahwa selama tahun 2004, terdapat 152 KLB keracunan pangan, sebanyak 7295 orang mengalami keracunan makanan, 45 orang diantaranya meninggal dunia. Badan kesehatan dunia (WHO, 1998) memperkirakan bahwa rasio antara kejadian keracunan yang dilaporkan dengan kejadian yang terjadi sesungguhnya di masyarakat adalah 1:10 untuk negara maju dan 1:25 untuk negara berkembang. Jika merujuk pada asumsi WHO di atas, kemungkinan yang terjadi sesungguhnya di Indonesia pada tahun 2004 adalah sekitar 180-ribuan orang mengalami keracunan makanan dan seribu orang diantaranya meninggal dunia!!!
Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia, selain berdampak langsung terhadap masalah kesehatan, kondisi ini juga mempengaruhi aspek-aspek sosio-ekonomi lainnya, seperti produktifitas kerja, aspek perdagangan, kepariwisataan dan sebagainya.
Keamanan Pangan dan Gizi Buruk
Diare, sebagai salah satu gejala utama PBM dapat menyebabkan gizi buruk melalui mekanisme kehilangan cairan (dehidrasi) dan ketidakseimbangan cairan elektrolit tubuh selama diare berlangsung. Selain itu diare juga mempengaruhi proses penyerapan zat-zat gizi/malabsorbsi, yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi dan gangguan pertumbuhan.
Efek kumulatif dari episode diare yang dialami anak terlihat jelas pada grafik di atas. Satu atau dua kali diare memang tidak membahayakan nyawa, tetapi sakit diare yang dialami anak secara berulang-ulang dapat menghambat pertumbuhan dan bahkan perkembangan mental anak. Karena itu tingginya angka diare ini dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa datang. Untuk itu masalah keamanan pangan merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dampak PBM Terhadap Sosio-ekonomi
Dampak PBM terhadap ekonomi dapat dihitung melalui perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan, kerugian yang ditimbulkan akibat tidak bisa bekerja, permasalahan hukum yang ditimbulkan dan sebagainya. Untuk konteks Indonesia, Badan POM (2005) mencoba mengkalkulasikan kerugian yang ditimbulkan akibat masalah keamanan pangan selama tahun 2004. toal kehilangan mencapai 6.7 miliar Rupiah!!!
Sebagai rujukan, di Amerika Serikat diperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat PBM tiap tahunnya mencapai 5 hingga 6 millar dollar. Suplai makanan di Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai yang paling aman di dunia. Tetapi tetap saja angka kesakitan dan angka kematian karena PBM tinggi sekali. CDC memperkirakan setiap tahunnya 76 juta orang Amerika menderita sakit akibat PBM, 300 ribu diantaranya harus dirawat di rumah sakit dan 5000 orang meninggal akibat FBD.
Keamanan Pangan adalah Tanggung Jawab Bersama
Mengingat persoalan keamanan pangan di Indonesia memiliki implikasi yang sangat luas maka perlu segera mendapatkan perhatian yang lebih serius. Terciptanya system keamanan yang ideal memerlukan keterlibatan berbagai institusi untuk menjamin keamanan pangan, mulai dari hulu hingga ke hilir (from farm to fork), mulai dari proses pemanenan, distribusi, pengolahan, hingga di meja konsumen. Terciptanya kondisi keamanan pangan yang ideal adalah tanggung jawab bersama.
Yang menjadi keprihatinan, sampai saat ini kita masih belum memiliki program keamanan pangan nasional yang tertata dengan baik. Masih banyak yang harus dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan seperti: sistem investigasi yang efektif terhadap kasus PBM, tingkat cemaran potensi bahaya biologis dan kimiawi pada berbagai bahan pangan, rencana aksi untuk mengatasi masalah detention dan holding terhadap produk makanan yang diekspor, penerapan sistem HACCP di dalam negeri dan sistem pengawasannya, dan lain-lain.
Tenaga ahli kesehatan di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) merupakan agen penting dalam mempersiapkan SDM di wilayahnya, diantaranya melalui perencanaan dan realisasi program keamanan pangan di masyarakat. Untuk itu, diperlukan pengetahuan, kepekaan dan kepedulian terhadap masalah keamanan pangan dan peranannya dalam mencegah dan menanggulangi PBM. Sehingga tenaga ahli kesehatan Pemda dapat berperan secara optimal dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PBM.
Kamis, 16 Februari 2012
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Desember 2011
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan Desember 2011 secara rata-rata dapat di download di sini
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan November 2011
Situasi dan keadaan harga beberapa bahan pangan pokok di pasar Kabupaten Deli Serdang bulan November 2011 secara rata-rata dapat di download di sini
20 Cara Supaya Makanan Tak Terbuang Sia-Sia
Menyimpan makanan ada cara dan tekniknya. Jangan lupa tanggal kedaluwarsanya.
Saat berada di supermarket, kita sering kali tergoda untuk membeli banyak bahan makanan. Namun setelah di rumah, kita kerap tidak memiliki waktu untuk mengolah bahan makanan itu sehingga tahu-tahu sudah kedaluwarsa.
Masalah lainnya adalah membuat masakan yang melebihi porsi. Sehingga pada akhirnya kita akan berakhir membuang masakan tersebut ke tempat sampah karena tidak ada yang menghabiskan atau tak mungkin lagi dihangatkan terus menerus.
Berikut cara supaya Anda bisa mengatur pengadaan bahan makanan supaya tidak berakhir sia-sia di tempat sampah:
Gunakan lemari es
1. Ketika Anda memasak cukup banyak melebihi porsi, segera simpan di lemari es. Makanan akan tetap terasa enak, dan Anda tinggal menghangatkannya saat akan menyantapnya.
2. Ketika Anda menyimpan makanan dalam plastik, pastikan tidak ada ruang udara di dalam plastik, baru kemudian simpan di dalam lemari es. Cara ini selain lebih membuat makanan bertahan lama, masih ada ruang yang tersisa untuk tempat penyimpanan.
3. Menyimpan jeruk nipis atau lemon bisa dengan cara mengambil airnya dulu dengan cara diperas, kemudian disimpan di dalam kulkas supaya bisa digunakan setiap saat.
4. Buah-buahan seperti anggur, pisang, dan strawberry bisa di dalam lemari es. Tebarkan jenis buah-buahan berry di kertas kue sebelum dibungkus dan dimasukkan lemari es supaya tidak menggumpal.
5. Sisa wine bisa ditempatkan di wadah cetakan es batu, dan kemudian bisa digunakan untuk membumbui daging atau campuran saus spageti.
Manfaatkan makanan lama
6. Apa yang Anda lakukan dengan roti lama? Potong roti kemudian bakar dengan api rendah untuk dijadikan semacam bagelen. Atau panggang dan kemudian remuk-remukkan dalam alat pemroses makanan untuk membuat potongan kue kering yang biasa dijadikan campuran sup.
7. Goreng nasi lama menjadi nasi goreng untuk sarapan.
8. Pisang yang mulai lama (lunak) bisa dihaluskan menjadi smoothies atau campuran bahan bolu pisang.
9. Sayuran lama bisa dimasukkan ke dalam kaldu atau setup.
10. Tomat lama bisa dihaluskan menjadi saus tomat atau salsa.
Simpan potongan-potongan kecil
11. Porsi kecil dari sisan makanan mungkin tidak cukup untuk disantap, namun bisa dijadikan kudapan.
12. Sisa ayam kukus bisa ditambahkan ke dalam kaldu.
13. Keju yang sudah mengeras bisa ditambahkan ke dalam sup untuk menghasilkan rasa yang kental.
14. Ketika anak Anda tidak menghabiskan susunya, jangan langsung buang. Taruh di dalam lemari es, dan berikan ketika anak Anda ingin minum.
Pencegahan adalah yang terbaik
15. Ketahui apa yang ada di lemari es. Beri tanda (label) supaya Anda bisa tahu tanggal kedaluwarsanya.
16. Kemas makanan dengan baik. Jangan memasukkan makanan begitu saja ke dalam lemari es.
17. Realistislah dengan pola makan keluarga Anda supaya Anda bisa mengatur jumlah makanan yang akan Anda beli di supermarket atau pasar.
18. Sediakan pengikat atau penutup untuk kantung plastik supaya Anda bisa dengan mudah menyimpan makanan dengan baik.
19. Gunakan stoples bekas selai untuk menyimpan bumbu atau bahan makanan kering.
20. Pilah makanan. Teliti selalu kantung berisi kentang, bawang, apel, atau strawberry sebelum disimpan. Jangan sampai satu buah busuk bisa mempengaruhi lainnya.
Penulis: Smallnotebook/ Dewi Ria Utari
Sumber : http://www.beritasatu.com/tips/31497-20-cara-supaya-makanan-tak-terbuang-sia-sia.html
Langganan:
Postingan (Atom)
